Wednesday, June 29, 2011

Beribu Sesalan...

Salam
30-06-2011
...masih lagi menghitung hari...


Beribu Sesalan

Ku susuri malam ini
Yang tidak berbintang sunyi sepi
Juga rembulan dah menghilang
Dalam kelam ku sendiri

Ku mencari hembus bayu
Yang selalu berbisik madah rindu
Kini membisu dalam sayu
Tidak ku temu suaramu

Kekasihku di jalanan yang berliku
Di saat ku perlukanmu
Tertutup jua segalanya terhadapmu
Di sini ku tersedu-sedu

Setelah cinta pergi
Ku mengusung duka ini diiringi
Kisah janji dimungkiri lagi

Kekasihku di jalanan yang berliku
Di saat ku perlukanmu
Tertutup jua segalanya terhadapmu
Di sini ku tersedu-sedu

Setelah cinta pergi
Ku mengusung duka ini
Diiringi

Kisah janji
Dimungkiri
Dimungkiri

Sia-sia ku
Mencintaimu
Setia padamu
Percayakanmu

Sebak dadaku
Retak hatiku
Luka jiwaku
Dihiris pilu

Sia-siaku
Mencintaimu
Setia padamu
Percayakanmu

Sebak dadaku
Retak hatiku
Luka jiwaku
Dihiris pilu

Beribu sesalanku


~...pernah sekali SERI BULAN menyesal menjadi orang kepercayaan HISYAM, menyimpan banyak rahsia dan harta karun tetapi ada ketika dia terasa hendak mencampak peti rahsia dan botol misteri ke dasar Sungai Menghijau Lumut...~







6 comments:

  1. Hello Azieazah, that is a beautiful, heart warming pantun.
    You just take it easy, ya.
    The sun will still come out tomorrow, and birds will sing.
    Best regards, Lee.

    ReplyDelete
  2. Selamat malam kak AA
    lama tak BW ke blog kawan2.. gatal2 tangan lor..
    wahai kakakku..
    sabar ya

    ayu tahu kak pasti menjadi wanita yang hebat..........

    mana tahu esok2 ada sinar baru..??

    ReplyDelete

Salam.
Terimakasih sudi mengomen dan mengomel.... :) *Bila saya tak sempat reply, jangan marah ehhh...

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails